Selasa, 19 Mei 2009

Resiko

Saya pernah berkata pada salah seorang kawan, "Rasa suka terhadap seseorang itu adalah resiko dari mengenalnya."... Begitu mantapnya saya memegang teguh asas "resiko" itu sampai-sampai saya menjadi kelihatan seperti 'dikerubungi' (ehm! terlalu narsiskah? ;p ). Saya tidak peduli pada korban-korban resiko itu.

Sampai suatu saat saya sendiri kejatuhan resiko. Yup, betul. Saya jatuh cinta. Begitu cintanya saya dengan orang ini sampai saya tidak peduli terhadap kemungkinan-kemungkinan (bisa disebut juga dengan 'resiko') lain yang sangat banyak. Tipikal cinta muda, saya membara, excited, antusias, dan cepat. Dan saya tahu, saya teramat jatuh cinta.

Tapi kemudian saya dihadapkan pada sebuah kenyataan yang luar biasa mengejutkan. Pada saat itu, rasa sakit bukanlah sesuatu yang dominan bagi saya. Saya menemukan pacar yang lainnya stelah 4 bulan saya jadi pacarnya. Ternyata gadis ini 4 tahun lebih dulu! Setelah 1,5 tahun, saya juga menemukan gadis lain lagi yang jadi pacarnya yang mendahului saya sekitar setengah tahun. Kemudian seseorang yang saat itu memang telah usai, tapi saya tahu, pada beberapa titik saya pun berbarengan dan sama dengannya. Kemudian? Saya juga tahu, masing-masing dari kami diperlakukan sama: dikenalkan ke keluarganya dan menjalin kontak sehingga cukup dekat; iapun mendekati keluarga kami dan menjaga segalanya tetap terlihat baik; antar-jemput; kata-kata sayang; pelukan; hadiah-hadiah; dan...

Bukankah mengejutkan? Suatu resiko yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Mendadak saya merasa bodoh dan diibodohi. Semua perasaan saya bercampur jadi satu. Bukan seperti mix juice, lebih seperti sambal.

Tahu yang lebih mengejutkan bahkan bagi diri saya sendiri? Sesuatu yang saya tidak pernah paham 5w1h-nya:

Saya masih teramat sangat jatuh cinta padanya.