Senin, 16 Maret 2009

Keyakinan

Entahlah…

Selalu ada sesuatu yang salah. Selalu ada sesuatu yang mengacaukan segalanya. The world is never fix. Kenapa ya sesuatu yang tadinya baik-baik saja bisa jadi sangat kacau dan menjengkelkan? Siapa yang salah? Protagonis atau antagonis? Tritagonis mungkin? Mungkinkah benar-benar ada yang disebut sebagai kesempatan kedua? Karena Tuhan toh tidak pernah menunda kematian. Dia hanya memutuskan kapan seseorang mati dan meninggalkan segalanya. Saya tidak percaya pada kesempatan kedua. I take chance for once. Saya juga tidak percaya ada orang yang benar-benar memperbaiki segalanya pada kesempatan kedua.

Mungkin itu sebabnya saya selalu skeptis pada beberapa hal. Yang mungkin juga membuat orang lain muak terhadap saya. Tidakkah mereka mengerti bahwa saya telah sangat dihancurkan oleh sesuatu yang bernama kesempatan pertama sehingga saya tidak mempercayai kesempatan kedua meskipun ia ada?
Saya terpenjara. Saya benar-benar terpenjara oleh diri saya sendiri. Oleh pikiran dan perasaan saya. Sekali pernah terpikir kenapa saya tidak bisa menggila seperti orang lain dan tak mengacuhkan segalanya?


Saya punya seorang kawan yang bisa berlari tanpa henti, membiarkan dirinya sendiri tenggelam dalam keringat dan napasnya yang naik turun. Melewati jalanan panas yang memanggangnya dan terik matahari yang menjajahnya. Meninggalkan segalanya yang tak sejalan dengannya. Ia memang sendiri. Tapi ia tak peduli. Mengapa saya tidak bisa seperti itu?

Apa karena saya tahu kawan saya sekarang menjadi orang yang hancur oleh dirinya sendiri? Tergilas oleh langkah-langkah kecilnya yang bersimbah luka? Apa karena saya tahu bahwa dengan begitu ia telah banyak kehilangan kawan?

Saya sangat ingin berkata: saya tak peduli. Tetapi bisakah saya benar-benar tak peduli? Bagaimana kalau saya nanti tak mampu untuk tak peduli? Tak mampu untuk memalingkan muka dari kenyataan pedih yang menghadang?

Bagaimana kalau saya justru melawan apa yang saya sendiri yakini?

0 komentar:

Poskan Komentar